Thursday, 19 November 2015

Love Is the End



“Saat menghabiskan waktu dengan seorang Aidan, kau tak akan bisa memikirkan hal lain. Matanya akan menyedaremu. Menuntut perhatianmu.
Melelahkan. Sekaligus seperti candu.” (Hal. 14)


Penulis: Christina Tirta
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 181 halaman
ISBN: 978-602-02-7343-3

Walau sudah lama tak bertemu, Naira tak sanggup melepaskan obsesinya terhadap Aidan Rahardja. Katakan saja norak, tapi Aidan memang cinta pertamanya. Katakan saja ini takdir, yang membuat mereka akhirnya kembali berjumpa di kantor tempat Naira bekerja dengan jabatan sebagai atasan baru Naira. Sayangnya, bukannya membawa harapan baru, Aidan malah kembali membuat Naira patah hati dengan mengumumkan bahwa ia telah memiliki kekasih bernama Ami. Tidak tanggung – tanggung, kekasihnya adalah keponakan GM di tempat ia bekerja sekaligus anak pemilik perusahaan.

Bobbi, kakak Ami, yang merupakan atasan Naira, membuat Naira semakin “gerah” dengan sifatnya yang jelas – jelas menunjukkan rasa tidak sukanya pada Naira. Tidak hanya itu, Bobbi seolah – olah menyimpan banyak rahasia dan melibatkan Naira di dalamnya. Merasa tak punya pilihan lain, Naira pun menjalankan tugasnya walau dengan perasaan kesal. Tugas – tugas yang akhirnya membuat Naira merasakan sesuatu yang lain pada Bobbi.

***

“Menurut gue, gue hidup adlaah pilihan. Lo punya kebebasan buat menjalani hidup lo sendiri. Kalau lo merasa pernikahan itu beban, just don’t do it. Buat apa dibikin susah?” (Hal. 27)

Love Is the End bercerita tentang kehidupan percintaan seorang Naira. Kehidupan percintaan yang hanya berpusat di satu nama, Aidan. Perasaan Naira yang oleh sahabatnya, Leila, disebut sebagai obsesi. Ini karena sejak duduk di bangku SMA, Naira tidak pernah bisa melihat lelaki lain selain Aidan. Bahkan saat Aidan tampak seolah mempermainkan hati Naira. Datang dan pergi sesukanya. Datang menyuburkan harapan di hati Naira, kemudian menghilang tanpa pesan meninggalkan Naira dengan hati yang kosong.

Hingga kali ini Aidan muncul lagi. Setelah menghilang tanpa kabar sama sekali. Seolah takdir sedang mempermainkan Naira. Saat Naira mulai memaksa dirinya melupakan Aidan yang telah menghilang tanpa kabar, mendadak Aidan muncul dan menjadi atasannya. Kemunculan Aidan kali ini seraya membawa masuk sosok baru dalam hidup Naira. Bobbi dan Ami. Ami adalah kekasih Aidan. Bobbi adalah sahabat Aidan yang juga kakak Ami serta menjadi atasan Naira di kantor.

Hubungan ini menjadi rumit saat Bobbi bersikap sinis pada Naira. Seolah berpikiran bahwa Naira akan merebut Aidan dari Ami. Bagaimana mungkin Naira merebut Aidan sedangkan ia tahu Aidan tidak mencintainya. Benarkan? Lantas bagaimana kalau dia salah?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment