Monday, 31 August 2015

Remedy



“Ini kesempatan buat kamu. Kamu bilang ingin maju ke depan, kan? Menyelesaikan urusan masa lalu itu modal yang baik untuk maju ke masa depan.” (Hal. 85)
24694258


Penulis: Biondy Alfian
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancung Sampul dan Isi: Deborah Amadis Mawa
Penata Letak: Teguh Tri Erdyan
Penerbit: Ice Cube
Cetakan: Pertama, Februari 2015
Jumlah hal.: vi + 209 halaman
ISBN: 978-979-91-0818-0

“Lo yang nemuin dompet gue, kan?” tanya Navin.
“Ya,” jawabku.
“Berarti lo sudah lihat semua isinya?”
“Ya” jawabku lagi.
“Berarti lo sudah –”
“Melihat kedua KTP-mu?” tanyaku. “Sudah.”
Navin menarik napas panjang. Kedua matanya melotot padaku.
Rahangnya tampak mengeras.

Ada yang aneh dalam diri Navin, si anak baru itu. Tania tidak sengaja menemukan dompet Navin di tangga sekolah dan melihat di dalamnya ada dua KTP dengan data yang sama, hanya berbeda nama. Satunya tertera nama Navin Naftali, satunya lagi tertera nama Budi Sanjaya. Selain itu, ternyata Navin sudah berumur 20 tahun. Apa yang dilakukan seorang pria berusia 20 tahun di SMA? Sebagai seorang murid pula. Tania memutuskan untuk mencari tahu kebenaran tentang identitas ganda Navin. Sementara itu, Navin juga penasaran dengan sosok Tania yang [yang] kini mengetahui rahasianya. Karena sepertinya gadis penyendiri itu punya rahasia yang lebih besar darinya.

***

Sebuah kebetulan membuat Tania berkenalan dengan Navin. Navin adalah murid baru di sekolah Tania. Tania tanpa sengaja menemukan dompet milik Navin. Dari KTP yang ada di dompet tersebut, Tania mengetahui bahwa usia Navin adalah 20 tahun. Untuk apa seorang pria berusia 20 tahun ada di SMA dan duduk di kelas XI IIS 3? Selain itu, di dalam dompet tersebut terdapat dua KTP dengan identitas yang sama namun hanya namanya saja yang berbeda.
Baca selengkapnya »

Friday, 28 August 2015

Someone to Remember




Penulis: Nathalia Theodora
Penyunting: Winda Veronica
Perancang sampul: Athaya Zahra
Penataletak isi: Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube
Cetakan, Pertama, Januari 2014
Jumlah hal.: viii + 206 halaman
ISBN: 978-979-91-0653-7
“Apa kamu ini nyata?
Atau cuma ada dalam pikiranku saja?”
“Aku nyata,” kata Henry. “Aku memang kembali untukmu.”
“Aku nggak ngerti,” kataku. “Rasanya beban pikiranku terlalu banyak sampai aku nggak bisa mengerti apa pun.”

Regina terbangun dari koma dan menyadari bahwa ada sesuatu yang terasa salah dalam hidupnya. Kehilangan sebagian ingatan membuatnya bertanya – tanya tentang apa yang salah itu. seperti bercermin di air keruh, Regina terus menerus mencari potongan ingatannya yang hilang itu. Tanpa bantuan siapa pun, kecuali Alex, cowok yang ditemuinya di taman tak lama setelah dia pulih dari kecelakaan yang menimpanya.

Bersama Alex, sedikit demi sedikit ingatannya datang kembali melalui sekelabat bayangan. Dan seiring itu juga hatinya mulai terbiasa dengan perhatian dan keisengan Alex. Hingga suatu hari, ketika potongan ingatannya terkumpul semua, Regina sadar bahwa ada yang salah dengan Alex.

***

Sebuah kecelakaan membuat Regina melupakan sepenggal ingatannya. Ia tidak bisa mengingat kejadian terkait kecelakaannya. Namun entah mengapa hatinya terus mendorongnya untuk mengingat hal itu. Namun setiap kali ia berusah mengingat sesuatu, kepalanya akan terasa sangat sakit.

Kemudian suatu hari, tanpa sengaja Regina bertemu dengan Alex. Entah mengapa Alex membuatnya bisa menerima kehadiran pria itu. Padahal pada dasarnya Regina adalah orang yang sulit bersosialisasi.

Hingga suatu hari saat terbangun dari mimpinya ia ingat sebuah nama. Henry. Nama itu memberinya perasaan rindu dan sedih sekaligus. Namun ia masih sulit mengingat wajah dan berbagi hal tentang Henry.

Kemudian semakin banyak ia tahu tentang Henry, maka semakin Regina merasa bersalah atas kedekatannya dengan Alex. Tapi sesungguhnya siapa Henry?
Baca selengkapnya »

Thursday, 27 August 2015

Time for Love


“Rasanya sangat sakit, ketika setiap detak jantung kita masih mendenyutkan namanya. Ketika semua telah berubah kecuali kenangan yang kita punya, ketika satu – satunya yang kita miliki hanyalah kenangan.” (Hal. 81)

Penulis: Irin Sintriana
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Desain sampul: Destyan
Penata Letak: Puput Novitasari
Pemeriksa Aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Media Pressindo
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 216 halaman
ISBN: 978-979-911-497-6
“Mengapa kamu ada di sini?”
ulang Kay ketika Bella tak juga menjawab. Kay melihat Bella tersenyum, sesaat sebelum akhirnya ia mendengar gadis itu menjawab, “Karena aku tahu bagaimana rasanya kehilangan...”

***

Dia tidak mencintaimu. Itulah satu – satunya alasan sampai kamu bisa merasa kehilangan. Bukankah kamu sendiri yang bilang, selalu ada alasan di balik setiap kehilangan? Lalu kamu menertawakan kepahitanmu, seolah – olah yang kamu rasakan sulit terlipur.

Pernahkah membayangkan, orang yang mengaku mencintaimu, memintamu untuk jatuh cinta lagi? Asal kamu tahu, itu adalah hal tersulit, bahkan untuk sekedar dibayangkan. Padahal, aku tidak ingin jatuh cinta lagi dan aku tidak ingin kehilangan lagi.
Kehilangan, kemudian kembali menemukan. Kita berdua boleh
menyebutnya perjalanan....
***
“Semanis apa pun masa lalu, dia nggak punya tempat untukmu tinggal. Satu – satunya cara untuk bertahan adalah dengan terus melangkah maju. ...” (Hal. 82)
Pertemuan Bella dan Kay terjadi tanpa sengaja, saat Kay yang baru saja bekerja sebagai fotografer majalah Life and Art, salah satu majalah terkemuka di Sydney. Kay datang meliput pementasan balet dan Bella adalah pemeran utama pementasan tersebut.

Mereka sama – sama berasal dari Indonesia dan bahkan tinggal di apartemen yang sama akhirnya menjadi dekat. Apalagi saat Kay harus berpisah dengan tunangannya, sedangkan Bella harus belajar hidup tanpa Faldian. Faldian meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan ini membuat Bella merasakan kekosongan dalam hidupnya.

Kay dan Bella akhirnya jadi sahabat. Kehilangan yang  mereka alami membuat mereka merasa senasib. Hingga tanpa sadar hubungan mereka tidak lagi seperti hubungan persahabatan. Namun benarkah Bella sudah melupakan Faldian? Apakah Kay memang mencintai Bella? Apakah  mereka memang ditakdirkan untuk bersama sedang mereka belum dapat melupakan kehilangan mereka.
Baca selengkapnya »

Tuesday, 25 August 2015

[NgeBookSip] Ngegosipin Cover Buku



Hai, Readers.
Siapa yang sering mengikuti obrolan tentang buku di akun twitter saya (@atriasartika) ?

Tahu donk ya kalau Sabtu lalu, 22 Agustus 2015 ada program #NgeBookSip. Program #NgeBookSip adalah sesi yang saya buka untuk ngobrolin berbagai hal terkait tentang buku di twitter. Ini untuk semakin membangkitkan gairah membaca. Sekaligus mencari lebih banyak teman yang suka membaca buku :D

Dalam #NgeBookSip yang lalu kita membahas tentang cover buku. Yup, ini karena saya penasaran tentang selera setiap pembaca. Ini karena tipe sampul pun beragam.

Nah, ada beberapa hal menarik yang muncul saat #NgeBooksip ini. Saya sampaikan dalam bentuk poin – poin saja ya:
Baca selengkapnya »

Monday, 24 August 2015

[Pengumuman Giveaway] Pemenang Firasat Ailee


 


Hai..hai..

Sudah siap untuk tahu siapa dua orang yang beruntung memenangkan novel “Firasat Ailee” karya Ariestanabirah terbitan nulisbuku.com ?

Nah, sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih kepada Ariestanabirah atas bukunya dan sudah mau berbagi buku dengan Readers My Little Library. Sukses terus ya, mbak. Terus berkarya. Berharap bisa baca buku karya mbak lagi :)

Ok, sekarang langsung saja saya umumkan nama dua orang pemenang yang beruntung menjadi teman Ailee ;)

Selamat kepada:
Baca selengkapnya »