Thursday, 10 December 2015

Antosianin



“For me, writing is more than passion. It’s a dedication.” (Hal. 66)

“Buku mengandung banyak pelajaran, tapi tidak ada yang lebih baik dari sebuah pengalaman.” (Hal. 167)


Penulis: Putri Sarah Olivia
Editor: Nickyta Pramudia, Yuki Anggia Putri
Desainer sampul: Satrio Abe
Penerbit: Esensi (Divisi dari Penerbit Erlangga)
Cetakan: 1, 2015
Jumlah hal.: 183 halaman
ISBN: 978-602-7596-94-8

Laudy menyimpan perasaan cinta terhadap Oliver. Persahabatannya dengan Sofia, teman sekelasnya yang cantik dan juga menyimpan perasaan pada Oliver, tidak menggoyahkan perasaannya. Laudy tetap berharap Oliver dapat mencintainya juga, namun harapannya menipis ketika komunikasi mereka terputus saat Oliver melanjutkan sekolah di Kanada.

Selang beberapa tahun kemudian, Laudy bertemu Andre yang ingin membuat film berdasarkan novel karangan Laudy. Andre mengisi hari – hari Laudy dan memberikannya harapan akan kesempatan dan cinta yang baru.

Namun ketika Andre menarik diri dan Laudy bertemu kembali dengan Oliver di Vancouver, apa yang harus Laudy lakukan? Bahkan setelah Laudy mengetahui penyebab Andre terpaksa memutuskan untuk menjauh darinya, mampukah ia menentukan pilihan antara kenangan masa sekolah dan harapan baru yang terancam sirna?

***

“Benci itu lebih dalam daripada tidak suka. Dengan benci kita tidak dapat melihat sisi positif dari suatu objek.” (Hal. 13)

Novel ini bercerita tentang kehidupan Laudy. Hubungan percintaannya yang tidak mudah. Bertahun – tahun ia menyimpan rasa cinta pada seorang pria yang berada di belahan bumi lain yang tidak menyadari perasaannya. Laudy sudah menyukai Oliver saat mereka masih sama – sama sekolah di Jakarta. Laudy masih tetap menyukai Oliver meski Oliver telah berada jauh di Vancouver sana dan jarang berkomunikasi dengannya.

Namun suatu hari, hadir sosok lain dalam hidup Laudy. Dia adalah Andre, laki – laki yang berprofesi sebagai produser. Ia tertarik mengadaptasi novel Laudy menjadi film. Bahkan Andre meminta Laudy menjadi pemeran utamanya.

Selama proses produksi, Laudy dan Andre menjadi dekat. Namun di satu titik sikap Andre menjadi berbeda. Ia menjauh dan bahkan kemudian mengajak tunangannya, Jasmine, untuk ikut dalam perjalanan tim produksi film mereka ke Vancouver. Di sana Laudy kembali dekat dengan Oliver.

Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment