Thursday, 24 December 2015

[Review+Giveaway] Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan



“Aku bahkan curiga bahwa perempuan tidak pernah mengerti diri mereka sendiri; apa yang bisa membuatnya bahagia, apa yang bisa membuatnya sakit hati, dan seterusnya.” (Hal. 169)


Penulis: Fitrawan Umar
Penyunting: Pringadi Abdi
Penyelaras akhir: Shalahuddin Gh
Pemindai Aksara: Chadra Citrawati
Pendesain sampul: Iksaka Banu
Penata letak: desain651
Penerbit: Exchange
Cetakan: I, Desember 2015
Jumlah hal.: 245 halaman
ISBN: 978-602-72793-3-9

Aku melihatmu menuliskan sesuatu di hamparan pasar pantai sebelum ombak menghapusnya. Lautan tentu mengerti takdir kita, karena ia menyimpan rahasia Tuhan. Barangkali ia kecewa jika kita hanya bersahabat selamanya. Apa arti mencintai tanpa bisa memiliki? Jika kamu jatuh cinta, maka milikilah ia yang kau cintai. Jika kau jatuh cinta, maka yakinlah bahwa kau orang yang tepat untuk menjaga dirinya selamanya.

Renja tak pernah menyangka akan bertemu Adel, teman masa kecilnya pada saat kuliah. Gadis itu telah tumbuh menjadi perempuan mempesona, yang membuatnya jatuh cinta. Karena kenangan, mereka bertemu kembali dan menjadi dekat. Tetapi kedekatan mereka tidaklah seperti yang diharapkan Renja. Kehadiran lelaki lain, yang tak pernah memiliki masa lalu Adel, seperti menggantung hubungan mereka. Namun Renja tak berputus asa. Ia mengajak Adel menyusuri sungai kenangan mereka, berharap pintu hati Adel terbuka untuknya.

***

“Ya, takdir. Ia memang selalu bekerja secara ajaib.” (Hal. 10)

Novel ini berkisah tentang Renja, mahasiswa Teknik di Kampus Merah yang menaruh hati pada Adel. Mereka adalah teman semasa kecil yang bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah. 

Saat mereka masih di bangku sekolah dasar, Adel dan keluarganya menghilang secara mendadak dari Pinrang. Ayah Adel yang merupakan bos Kospin Pinrang saat itu menghilang bersama uang milik warga Pinrang yang menyetorkan uangnya ke Kospin. Sejak itu Renja tidak tahu kabar Adel. Sejak saat itu pula, kondisi keluarga Renja tidak lagi sama. Ibu Renja sakit dan keluarganya terlilit hutang.

Kemudian takdir mempertumakan kembali Renja dan Adel di Kampus Merah. Mereka berdua kuliah di Fakultas Teknik namun di jurusan yang berbeda. Pengkaderan fakultas membuat mereka selalu bisa bertemu. Kemudian kedunya sama-sama aktif di BEM. Saat itu Renja semakin menyadari bahwa ia menyukai Adel. Ia mencintai gadis berlesung pipi itu. Namun bisakah Renja memiliki Adel?

Adel sendiri terlihat tidak keberatan dengan keakraban yang tercipta antara dirinya dengan Renja. Namun kemudian saat aktif di BEM, Adel terlihat sangat memuju ketua BEM. Lantas bagaimana perasaan gadis itu pada Renja? Di sisi lain, Ayah Renja tidak suka saat mengetahui bahwa Adel adalah putri dari bos Kospin yang dulu melarikan uang warga Pinrang.

Bagaimana nasib kehidupan cinta Renja?

“Melihat orang yang kau cintai bersedih di sore hari adalah pemandangan yang kurang baik.” (Hal. 79)

***

“Belajarlah berdialog dengan hujan, suatu saat kau pasti akan kesepian.” (Hal. 89)

Novel Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan ini mengangkat kelokalan Sulawesi Selatan. Namun bukan dari sisi tradisional. Melainkan kelokalan populer. Sesuai dengan zaman tokoh utamanya. Jika ingin membaca tentang tawuran dan demonstrasi dari sisi mahasiswa Makassar, maka yang dituliskan di novel ini akan bisa mengobati rasa penasaran itu.
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment