“Bersamamu, tak ada yang perlu kutakutkan meskipun menerobos rimba yang tidak berujung. Aku yakinkan langkahku mengkikutimu hingga hutan lebat menipis dan kelak kita temukan cahaya di depan sana.” (Hal. ix)
Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws
Editor: Bernard Batubara & Yulliya
Penyelaras aksara: Idha Umamah
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Mulya Printis
Penyelaras desain sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: x + 326 halaman
ISBN: 979-780-820-3
Katamu ada pelangi setelah hujan.
Kau hadir, mengulurkan tanganmu.
Ajak aku melangkah, bersamamu.
Kau hadir, mengulurkan tanganmu.
Ajak aku melangkah, bersamamu.
Bisakah cinta menghilangkan rasa takut?
Juga memupuk rindu
yang mulai bertunas di hati?
Juga memupuk rindu
yang mulai bertunas di hati?
*
Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta.
Namun, mereka tak pernah menduga
tenyata cinta segelap hutan di tengah malam.
Namun, mereka tak pernah menduga
tenyata cinta segelap hutan di tengah malam.
Sementara bagi laki-laki itu,
ia baru menyadari
bahwa hidup ternyata seperti hutan.
Jika tak hati-hati, banyak ranting
yang akan membuatmu luka.
ia baru menyadari
bahwa hidup ternyata seperti hutan.
Jika tak hati-hati, banyak ranting
yang akan membuatmu luka.
Dalam gelap hutan,
akankah pelangi terlihat sama indahnya?
akankah pelangi terlihat sama indahnya?
***
“ Kita memang tak bisa lari dari masa lalu. Namun, kita punya pilihan, berdamai dengan waktu.” (Hal. 1)
Novel Rahasia Pelangi ini bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama dari dua orang tokoh utama perempuan dalam cerita. Mereka adalah Anjani dan Rachel. Dua perempuan dengan karakter yang berbeda serta kehidupan yang berbeda. Namun mereka mencintai hal yang sama yakni mencintai alam.
Anjani yang bekerja sebagai mahout (penjaga gajah) adalah seorang perempuan dengan kulit yang menggelap akibat terpapar matahari dan banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan. Pekerjaan sebagai mahout bukanlah pekerjaan yang umum apalagi bagi perempuan. Wajar jika orang tua Anjani terutama sang ayah kurang suka dengan pilihan Anjani. Ditambah lagi karena saat kecil Anjani pernah melihat sesuatu terkait gajah yang membuatnya menyimpan trauma sendiri baginya Namun dengan menjadi mahout, Anjani menyadari bahwa rasa takut dan trauma bisa diobati jika kita mau berusaha berdamai dengan hal itu. Kehidupan Anjani sebagai mahout di Taman Nasional Tesso Nilo. Selain itu, Anjani adalah tipe perempuan introvert. Ia lebih suka memendam pikiran dan perasaannya.
Di sisi lain, Rachel adalah perempuan yang berkebalikan dari Anjani. Rachel, secara fisik amat menarik karena mendapatkan warisan gen dari ayahnya yang orang Australia. Selain itu, Rachel adalah tipe perempuan yang saat bicara sangat blak-blakan. Ia pun supel dan ceria. Selain itu, Rachel lebih banyak bertindak berdasarkan semangat dan keoptimisan.
Kehadiran Rachel di Tesso Nilo mengganggu Anjani. Kedekatan Rachel dengan Chay, mahout senior di Tesso Nilo yang berdarah Thailand, memunculkan rasa tidak nyaman di Anjani.
Semua ketidaknyamanan ini akhirnya berbuntut buruk. Sebuah tragedi yang melibatkan mereka dan gajah memperburuk semuanya.
Bagaimana akhir kisah dari kedua perempuan ini?
Baca selengkapnya »

No comments:
Post a Comment