Tuesday, 29 December 2015

[Blogtour + Giveaway] Maneken



“Jika Anda cerdas memilih dan membeli busana, niscaya kehidupan Anda akan lebih bermakna!” (Hal. 21)

Penulis: SJ. Munkian
Editor: Triana Rahmawati
Desain cover: Chandra Kartika Gunawan
Penerbit: Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)
Cetakan: I, September 2015
Jumlah hal.: x + 181 halaman
ISBN: 978-602-947060
Dalam sejarah kehidupan di dunia, benda mati hampir selalu tak dihiraukan. Tidak ada yang mau repot-repot memikirkan perasaan benda mati, apalagi memerhatikan kebutuhannya. Kau bahkan tak pernah tahu kan, bahwa maneken bernama Claudy – yang bekerja keras di etalase terdepan toko bernama Medilon Shakespeare – mempunyai perasaan. Mimpi-mimpinya dilambungkan untuk kemudian dihempaskan lagi hingga hanya bisa bergantung pada nasib dan keajaiban. Ya, keajaiban.
Novel ini akan membuka mata hatimu dengan menempatkanmu pada posisi benda mati yang tak dihiraukan, meski sedang berjuang mati-matian untuk mencapai mimpi-mimpi. Kau akan melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan semoga itu akan membuatmu semakin mengerti, betapa kami, aku dan Claudy, iri kepada kalian.
***
“Dalam menghadapi kesan pertama atau sesuatu yang perdana, manusia sepertinya akan mengerahkan segenap kemampuan diri.” (Hal. 11)
Novel ini berkisah tentang sebenda bernama Claudy. Ya, dia bukan manusia. Ia adalah sesosok maneken yang menghuni etalase utama di toko busana Medilon Shakespeare. Toko busana ini dikelola oleh Sophie. Beberapa hari setelah ditempatkan di etalasa utama, Sophie mendapatkan pasangan. Maneken laki-laki bernama Fereli.
Sejak saat itu, Claudy dan Fereli menjalani kehidupan sebagai maneken utama. Menjalani tugas untuk mengundang banyak pembeli untuk singgah dan berbelanja di Medilon Shakespeare. Dan selama berdampingan itulah muncul sesuatu yang berbeda di antara keduanya.
Awalnya Claudy selalu merasa kesal dengan sikap Fereli yang sering menggunakan bahasa Perancis. Ia pun merasa tidak senang karena harus berbagi etalase utama itu dengan Fereli. Namun lama kelamaan kebersamaan pun memunculkan perasaan cinta di antara keduanya.
Namun sebuah tragedi mengubah kebahagiaan itu. Sesuatu yang tidak terduga. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanyalah sepasang maneken yang melakukan sesuatu sesuai kehendak manusia. Mereka tidak bisa melakukan sesuatu bahkan untuk melindungi orang yang mereka sayangi.

Apakah yang akan terjadi pada kedua maneken ini?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment