“Lain kali jangan berjalan terlalu jauh kalau tak tahu jalan pulang!” (Hal. 22)
Penulis: Sri Ulang Sari
Editor: Arya Putranegara
Cover Design: Aruka
Layout: Andhika
Penerbit: Kinomedia
Cetakan: I, 2015
Jumlah hal.: vi + 175 halaman
ISBN: 978-602-72243-1-5
“Titik atau koma bagiku sama saja, tak menghentikan apapun atau melanjutkan apapun. Kisah cinta ini tak perlu tanda baca untuk menyelesaikan segalanya.”
Ada sekian banyak problem cinta di dunia ini, tapi aku tak mengerti mengapa ada laki – laki yang benar – benar tak berhasrat pada seseorang perempuan meski dia telah menyerahkan dirinya secara utuh sekalipun. Aku tahu cinta tak pernah butuh alasan tapi butuh balasan dan dalam hal ini aku tak memperoleh itu. Meski di dalam hatiku bagai remuk, namun aku sadar tak selayaknya aku memaksakan keinginanku. Setelah sekian lama bertindak bodoh di depannya, sekarang mataku terbuka lebar aku tak punya tempat di hatinya. Tak ada. Semua tempat itu telah diisi oleh seseorang meski aku tak pernah mau percaya ada cinta yang demikian itu.
Setelah jatuh berkali – kali, kehilangan berkali – kali, kini aku paham bahwa tak semua hal harus berjalan sesuai kehendak. Terkadang ada yang bercabang ke mana – mana, ada yang mencapai tujuan dan beberapa malah menemui jalan buntu. Hidup tak ubahnya, sebuah perjalanan, dan perjalanan adalah pengalaman, dan cinta adalah sesuatu yang tak habis diselami. Untuk merasakan cinta, kita harus siap mencecapi derita penolakan ataupun kehilangan. Dalam hal ini, aku tak mengalami penolakan, juga tak mengalami kehilangan, aku seutuhnya memiliki cinta. Cinta yang hanya aku yang tahu.
***
Kehidupan Diandra sejak awal tidak pernah mudah. Namun sekali lagi dia harus menghadapi keterpurukan saat kekasihnya, Adrian, ternyata berselingkuh dengan bos-nya sendiri. Saat mendapati Adrian terlah berkhianat, Diandra pun kehilangan arah. Ia memilih keluar dari tempatnya bekerja karena tidak akan mampu menghadapi sang bos serta gosip – gosip yang beredar, baik yang memojokkannya ataupun yang mengasihaninya.
Akhirnya, Diandra pun menyepi ditemani rokok dan minuman keras. Suatu malam ia minum sampai tidak sadarkan diri dan terbangun dikediaman seorang laki – laki yang ternyata tidak mengambil keuntungan atas dirinya. Diandra sempat bersikap tidak sopan pada pria itu. Dan ternyata suatu hari ia bertemu kembali dengan lelaki itu. Ternyata lelaki itu adalah atasan Diandra di kantor yang baru.
Julian, nama lelaki itu. Diandra pun perlahan jatuh hati pada Julian. Namun Julian selalu membangun jarak darinya. Di waktu yang sama Adrian datang kembali ke hidup Diandra. Lantas apa yang akan dilakukan Diandra?

No comments:
Post a Comment