Monday, 14 September 2015

[Review + Giveaway] Sejujurnya Aku...



“Pernikahan bukan akhir sebuah perjalanan. Pernikahan adalah awal perjalanan.” (Hal. 97)


Penulis: Aveus Har
Penyunting: Nunung Wiyati  Noni Rosliyani
Perancang sampul: Lukmanul Hakim
Pemeriksa aksara: Pritameani & Septi Ws
Penata aksara: Archi Thobias Chandra
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: pertama, Maret 2015
Jumlah hal.: vi + 214 halaman
ISBN: 978-602-291-081-7
Maaf sayang….

Ini bukan kali pertama aku menolakmu. Aku ingin, tapi aku tidak bisa. Sejak malam pertama kita yang kulewatkan dengan berkelana ke alam mimpi, sesungguhnya hatiku didera cemas. Bukannya menyambutmu dengan rona bahagia, aku justru dihantui rasa bersalah.

Setiap momen itu tiba, melihatmu yang begitu tulus, ingatanku kembali pada kesalahan terbesarku di masa lalu. Sebuah rahasia yang hingga detik ini tak berani kukatakan kepadamu. Haruskah kucari dosamu agar kita impas dan kamu bisa memaafkan aku?

Aku begitu takut kehilanganmu. Pernikahan impian bak cinderela mungkin tak akan terwujud jika aku menyingkap tabir yang selama ini kututup rapat. Entah sampai kapan, aku akan bertahan mencurangimu. Maaf…maaf.

***

“Rasanya, kalimat terakhir itu mengisyaratkan sesuatu. Seorang laki – laki akan melakukan apa pun untuk menyenangkan wanita yang diinginkannya. Ya, memang seperti itulah. Meskipun pada kenyataannya, mereka juga akan kabur setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Atau, setelah tahu tidak mungkin mendapatkannya begitu saja tanpa komitmen.” (Hal. 48)


Kehidupan pernikahan Charista yang diimpikannya bak dongeng yang berakhir happily ever after tidak menjadi kenyataan. Rasa cemas dan takutnya membuatnya tidak mungkin menikmati manisnya madu pernikahan.

Ini karena sebuah kenyataan yang ia sembunyikan dari sang suami, Nathan. Charista sesungguhnya sudah tidak perawan lagi. Terlena oleh indahnya cinta masa remaja membuat Charista melepaskan hal paling berharga darinya sebagai perempuan. Kemudian ia pun ragu bahwa sang suami mampu menerima hal itu.

Tapi sampai kapan ia bisa menyembunyikan kebenaran tersebut. Sampai kapan dia bisa menolak menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri seutuhnya?

Kemudian di waktu yang sama mantan kekasih yang sudah merenggut keperawanan Charista, Farel, muncul kembali. Farel berkata ingin menikahi Charista. Ia siap menunggu Charista bercerai dari Nathan.

Namun apakah itu yang diinginkan Charista? Apakah menikah untuk kemudian segera bercerai adalah hal yang ingin ia jalani?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment