Thursday, 12 November 2015

I Dream



“Hidup adalah pilihan. Dan hari ini, gue harus memilih apa yang harus gue kejar dan lakukan di masa depan nanti.” (Hal. 171)


Penulis: Adeliany Azfar
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover: Margaretta Devi & Ivana PD
Ilustrator: Mico Prasetya
Penata Isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Oktober 2015
Jumlah hal.: v + 202 halaman
ISBN: 978-602-375-197-6

Haena sudah terbiasa mengikuti punggung Tae Joon selama bertahun – tahun. Bagi Haena perasaan kepada Tae Joon adalah cinta malu – malu yang tak bisa diungkapkan.
Namun, dia tidak tahu kalau perasaan manusia begitu cepat berubah. Dia tahu Joon tidak menyukainya, tapi ... bagaimana dengannya? Mengapa Haena mendadak ragu saat Ajisaka muncul dalam hidupnya?

Harusnya, jantung Haena tidak secepat itu berdebar untuk lelaki lain, ‘kan? Tapi, saat bersama Ajisaka semua terasa berbeda. Lihat, lihat, bicara tentangnya saja sudah membuat wajah Haena memerah. Apalagi namanya kalau bukan... jatuh cinta?

***

“Ih, kadang – kadang wanita memang bisa berubah mengerikan tanpa mereka sadari.” (Hal. 2)

Novel I Dream ini bercerita tentang kehidupan Haena yang selama bertahun – tahun memendam perasaan sukanya pada Tae Joon. Ia menunjukkan perasaan itu namun tidak bisa menyampaikannya kepada Joon. Setiap hari ia membuatkan bekal makanan untuk Joon. Membuntutinya. Menatap punggung Joon adalah hal yang sangat disukainya. Ia tidak pernah memandang dan membuntuti punggung itu.

Hingga suatu hari ia mengetahui sebuah kenyataan yang meremukkan hatinya. Joon telah menjalin hubungan dengan Bohwa. Haena mengenal Bohwa. Bohwa adalah gadis yang baik dan memang layak menjadi kekasih Joon. Lantas bagaimana Haena harus mengobati luka hatinya?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment