Sunday, 29 November 2015

When the Star Falls



“Dilupakan tidak pernah menjadi sesuatu yang menyenangkan.” (Hal. 39)


Penulis: Andry Setiawan
Penyunting: Yooki
Proofreader: Yuli Yono
Ilustrasi Isi: @teguhra
Design cover: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Oktober 2015
Jumlah hal.: 204 halaman
ISBN: 978-602-7742-58-1
Tahu tidak, bintang itu cahaya masa lalu?
Bintang itu, adalah orang yang mati
meninggalkan sesorang yang ia cintai di bumi.

Lynn, boleh kan aku mengingatkanmu sekali lagi tentang kita?
Tentang bagaimana kita bertemu.
Juga tentang bagaimana kita bertengkar dan berbaikan.
Lalu tentang ciuman pertama kita,
dan juga tentang perjalanan kita selama ini.
Aku hanya berharap,
besok kau tidak melupakannya lagi.
Karena itu, aku tulis semuanya di buku ini.
Agar saat kau lupa,
kau bisa membukanya lagi dan membacanya.
Tentang kita
Sampai salah satu dari kita menjadi bintang.
Sampai bintuang itu jatuh dan menjemput salah satunya.

Bintang terjatuh karena ia mengejar orang yang dicintainya,
 yang sudah menyusul dirinya.
***

“Katamu,bintang itu sangat keren karena bisa bersinar dan membuat langit malam yang gelap jadi cantik.” (Hal. 9)

Novel When the Star Falls adalah novel bergenre young adult namun cukup riang untuk dibaca oleh remaja. Dengan menjadikan hubungan Sammy dan Lynn sebagai pusat cerita, kisah di dalam novel ini dituturkan dengan menarik.

Lynn melupakan Sammy karena operasi yang dilakukan untuk membuang sel tumor yang bersarang di otaknya. Hilangnya ingatan Lynn sudah diprediksi oleh dokter dan bahkan oleh Sam. Itu sebabnya Sam akhirnya membuat sebuah buku catatan untuk membantu Lynn mengingat kembali tentang dirinya.

Sebenarnya ini membuat Sam sedih karena dari semua hal yang ada diingatan Lynn, kenapa harus Sam yang ia lupakan? Kenapa semua hal tentang mereka yang menghilang dari ingatan Lynn. Namun dengan sabar, Sam berusaha membuat Lynn menyukainya lagi.

Sampai suatu hari Leon datang dan mengatakan betapa Sam sudah bersikap egois dengan memaksa Lynn mengingat tentang dirinya. Bukankah dengan berusaha mengingat Sam, Lynn akan merasa kelelahan? Kesulitan? Ini membuat Sam merasa bersalah dan memilih mundur. Apalagi saat ia mulai merasa bahwa Billy, sahabat Leon, tertarik pada Lynn.

Benarkah keputusan Sam? Apakah memang ia sebaiknya membiarkan Lynn melupakannya? Relakah Sam melepas semua kenangan manis yang dimilikinya bersama Lynn?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment