Sunday, 1 November 2015

[Blogtour + Giveaway] Tenaga Kerja Istimewa



“Cinta menurut saya idealnya adalah perasaan yang membuat siapa yang dicintai akan bahagia sampai maut menjemput. Cinta yang melindungi, menguatkan, dan membuat nyaman. Yang akan dikenang dengan senyum, dan akan selalu diingat walau terpisah.”(Hal.178)


Penulis: Naiqueen
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul: Titin Apri Liastuti
Foto sampul: iStock
Pemeriksa aksara: Septi WS
Penata aksara: Martin Buczer
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Pertama, September 2015
Jumlah hal.: x + 366 halaman
ISBN: 978-602-291-120-3
Pilihan Annisa untuk menjadi TKI di Arab Saudi, membawanya pada kediaman keluarga bangsawan El Talal. Ia bekerja sebagai pelayan yang diwajibkan menuruti segala perintah majikannya. Termasuk, titah yang akan menjungkirbalikkan hidup Annisa, menjadi istri Pangeran Yousoef, putra keluarga El Talal. Tidak ada lamaran yang romantis. Tidak ada pula kesempatan untuk menolak.

Harusnya, ini mimpi indah yang menjadi kenyataan. Namun, tidak bagi Annisa. Hatinya hancur, harga dirinya seolah tidak ada lagi. Pernikahan impiannya telah direnggut dengan semena-mena oleh pria yang tidak dicintainya. Meski ketampanannya secara serentak membuat lemas lutut para wanita. Meski sikap dinginnya mengundang rasa penasaran para gadis di seantero Arab. Sang Pangeran bukanlah pilihan hatinya.

Tapi, Annisa dan Pangeran Yousoef tidak tahu cinta bisa menyelinap lebih cepat dalam hati dan mengubah sandiwara menjadi permainan yang melibatkan terlalu banyak emosi. Semuanya menjadi semakin pelik setelah perasaan itu datang tanpa mereka sadari.
  

***
“Kau lihat saja, tidak satu pun kisah cinta yang diabadikan dalam film itu yang mengisahkan pasangan yang berakhir bahagia sampai maut memisahkan dan mereka berpulang dengan tenang. Kisah cinta yang seperti itu tidak akan abadi karena sebenarnya sejak dulu manusia tahu kalau rasa sakit karena cintalah yang abadi dan berkesan.” (Hal.177)
Annisa memilih untuk menjadi salah seorang pejuang devisa demi membiayai keluarganya. Pilihannya untuk berhenti kuliah dan menjadi TKI dilakukan agar bisa meringankan beban ibunya dan bisa membayai sekolah adik – adiknya. Baginya itu adalah pilihan yang paling baik. Dan seperti yang dikatakan oleh orang bijak, bahwa dalam hidup kita akan selalu dihadapkan pada pilihan. 

Sayangnya dalam kasus Annisa, ada sebuah masa di mana ia tidak memiliki pilihan. Sebuah kejadian yang tidak terduga terjadi. Annisa tidak punya plihan untuk menolak atau menerima tawaran yang diajukan Pangeran Yousoef El Talal. Ia harus mau menerima tawaran pria itu untuk dijadikan istri.

Setelah itu kehidupan Annisa adalah sebuah mimpi indah bagi perempuan lain. Tapi itu hanyalah untuk mereka yang melihatnya dari luar semata. Bagi Annisa kehidupannya bak sebuah sandiwara yang terus mengiriskan luka baginya.

Bagaimana tidak, jika ia harus memendam perasaannya saat melihat mantan kekasih suaminya tetap datang mengunjungi mereka. Bahkan meskipun perempuan itu telah menikahi orang lain dan meninggalkan Pangeran Yousoef yang patah hati. Annisa pun harus menerima semua tatapan sinis, menghujam hingga mulut berbisa mereka yang tidak bisa menerima seorang pelayan seperti Annisa menjadi istri seorang pangeran.

Dan yang paling buruk dari semuanya adalah Annisa terancam ditinggalkan dengan hati yang hancur berkeping – keping. Sanggupkah Annisa menghadapi semuanya? Bagaimana hubungan Annisa dan Pangeran Yousoef selanjutnya?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment