Saturday, 31 October 2015

Still Alice



“Membuat prioritas itu menyakitkan, menyadarkannya bahwa waktunya tinggal sedikit, dan bahwa ada hal – hal yang takkan sempat ia lakukan.”(Hal. 148)


Penulis: Lisa Genova
Penerjemah: Anindita Prabuningrum
Editor: Yuki Anggia Putri
Desainer Sampul: Yudi Nur Riyadi
Penerbit: Erlangga
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: vii + 300 halaman
ISBN: 978-602-7596-92-4

Berkat kerjakerasnya, Alice Howland memiliki kehidupan yang membanggakan. Pada usianya yang kelima puluh, ia memiliki karier yang cemerlang sebagai profesor psikologi kognitif di Harvard sekaligus ahli linguistik terkemuka. Ia juga memiliki suami yang sukse dan tiga anak yang sudah dewasa. Namun, berawal dari satu hari di mana ia tiba – tiba menjadi pelupa dan mengalami disorientasi, hubungannya dengan keluarganya dan dunia berangsung berubah. Akhirnya penyakit Alzheimer mengubah hidup Alice selamanya.

Novel ini telah diangkat ke layar lebar dengan bintang Julianne Moore, Alec Baldwin, dan Kristen Stewart.

***

“Kata “ingin” bagaikan hantaman telak bagi Alice. “Ingin”menunjukkan kelemahan dan suka bergantung pada orang lain, sebuah penyakit.” (Hal. 25)

Alice Howland tengah berada di puncak masa kejayaannya sebagai seorang profesor psikologi kognitif di Harvard. Dengan jam terbang yang tinggi ia pun berpindah dari satu kota ke kota lain mengisi seminar dan menjadi pembicara terkait keahliannya. Rumah tangganya pun berjalan baik dengan seorang suami yang juga bekerja di Harvard. Anak anak yang telah dewasa dan mulai mengembangkan “sayap”nya masing-masing.

Namun semua kehidupan yang awalnya baik baik saja dan bahkan terasa mengangumkan berputar menempuh arah yang tidak diduga Alice. Saat ia merasa bahwa menurunnya kemampuan mengingat yang dialaminya karena menopauseyang dideritanya. Namun karena kepikunannya terasa mengganggu maka Alice pun mendatangi dokter dan memeriksakan diri.
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment