Saturday, 24 October 2015

[Review + Giveaway] Putri Kunang – Kunang



“Kenapa manusia bisa begitu mudah jatuh cinta?Bahkan, beberapa nggak berhenti jatuh cinta meskipun mereka sudah punya pacar. Apakah itu artinya kita bisa mencintai dua orang bersamaan? Atau bahkan lebih dari dua orang? Kenapa hal seperti itu bisa terjadi?” (Hal. 115)


Penulis: Titi Setiyoningsih
Desain sampul: Ivan Susatya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 192 halaman
ISBN:978-602-03-1507-2

Pindah ke sekolah keren dan terkenal kedengarannya menyenangkan. Tapi tidak buat Sanding. Rasanya seperti masuk ke sarang alien. Ia harus siaga dari gangguang anak – anak geng populer yang sangat berkuasa dan siap menindasnya. Kalau saja dia bisa eksis di kegiatan ekstrakulikuler, pasti akan ada teman – teman yang membelanya.

Alih – alih bergabung di cheerleader, Sanding malah memilih bergabung di kelas drama yang biasanya hanya diikuti siswa – siswa cupu. Untungnya sih, Kala – si cowok ganteng – juga terpaksa ikut kelas drama sebagai hukuman, dan menjadi lawan main Sanding dalam lakon Ramayana. Mereka semakin dekat karena memerankan tokoh Rama dan Sinta.

Tapi ternyata ada yang tidak terima melihat kedekatan Sanding dan Kala. Ragan tak pernah habis akal mengganggu gadis itu. Mampukah Kala membela “Sinta”-nya dari gangguan si Raja Preman itu? Dan bagaimanakah kalau ternyata Ragan jatuh cinta pada Sanding?

***

“Bukankah perasaan juga ada masa kedaluwarsa, bisa berubah – ubah. Terlebih karena sekian jauh jarak yang memisahkan.” (Hal. 39)

Kasanding Hapsari, seorang remaja putri yang menikmati hidupnya di tepi pantai. Namun keputusan ayahnya untuk menutup kedai yang selama ini menjadi tempat mereka tinggal dan pindah ke Kota Nusa dan membuka kafe di sana. Jika bukan karena hal itu adalah permintaan ibunya yang telah meninggal dunia, maka Sanding tidak akan pernah mau menyetujui hal tersebut.

Bahkan sang ibu pun berpesan khusus agar Sanding bersekolah di SMA Nusa. Sekolah itu adalah sekolah yang terkenal di Kota Nusa. Kumpulan anak – anak dengan otak encer kalau nggak yang punya dompet tebal. Sanding merasa dirinya tidak masuk dalam kedua kategori itu. Tapi sekali lagi ini demi memenuhi permintaan sang ibu. Sanding sendiri tidak habis pikir tentang alasan di balik permintaan tersebut. Akhirnya Sanding pun menjalaninya demi ibunya.

Kehidupan yang menanti Sanding di tempat baru tersebut tidak mudah. Ia dan ayahnya harus memulai kembali kafe mereka dari nol. Menyiapkan, mendesain interior kafe dan banyak hal lainnya menyita perhatian Sanding saat libur sekolah. Syukurlah tetangga mereka Pak Martin, pemilik toko bunga di dekat kafe, menjadi teman yang baik bagi Sanding. Sesekali Sanding membantu di sana. Dan di sanalah Sanding bertemu kala dan Ragan.

Esok harinya ia mendapati bahwa mereka berdua adalah anggota geng populer yang lucunya adalah dua orang yang selalu berseteru. Persaingan antara Kala dan Ragan ini telah terjadi turun temurun. 

Kemudian perlahan banyak hal terjadi membuat Sanding menjadi dekat dengan Kala. Di waktu yang sama Ragan pun terus mengganggu Sanding. 

Bagaimanakah kehidupa masa putih abu – abu Sanding? Akankah perseteruan Kala dan Ragan yang sudah diwariskan turun temurun itu akan berkahir?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment