Tuesday, 20 October 2015

Love, Lemon and the Last Kiss



“Berusahalah untuk setia. Setia ketika pasangan kita baik – baik saja, itu biasa. Tetapi setia ketika ada hal khusus yang terjadi pada pasangan kita, itu hanya untuk orang – orang yang berkelas.” (Hal. 185)



Penulis: Ida Ernawati
Editor: Husfani Putri
Cover dikerjakan oleh: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 192 halaman


ISBN: 978-602-03-1608-6

Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.

Namun, ketika kekaguman terhadap kisah Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.

Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.
 

***

“Delia, tidak akan berhasil kalau kamu mencari seseorang yang sempurna. Nggak akan ada. Cari laki – laki yang bisa memperlakukan kamu seolah kamu orang yang sempurna.” (Hal. 118)

Kehidupan Delia yang awalnya tenang di “The Lemon” mendadak berubah saat ia menyadari bahwa ia mulai jatuh hati pada Ardan. Ardan adalah rekan kerjanya di The Lemon yang tengah sibuk mendampingi istrinya, Socha, yang tengah terbaring koma karena kanker.

Mendengar kisah Ardan dan Socha dari Anya, membuat Delia menyimpan rasa simpati pada Ardan. Namun perlahan tanpa ia sadari perasaan itu berubah menjad cinta. Namun Delia tidak ingin merusak apa yang dimiliki Ardan dan Socha. Namun kenapa hari itu Ardan menciumnya?
Baca selengkapnya »

No comments:

Post a Comment