“Ketika kau mencintai seseorang, ...., terluka adalah syaratnya. Itu adalah harga yang harus dibayar. Kau akan terluka, oleh dan karena orang yang kau kasihi.”(Hal. 231)
Penulis: Emma Grace
Editor: Tri Saputra Sakti
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama
Jumlah hal: 256 halaman
ISBN: 978-602-03-2115-8
Kehidupan Beth Samodro berjalan seperti layaknya gadis berumur dua puluh tahun. Ia kuliah di Sydney. Memiliki keluarga yang sayang padanya. Jatuh cinta luar biasa pada laki-laki yang telah ia kenal sejak sekolah menengah di Jakarta.
Perjalan hidup Derick Bhrasongko dimulai dari kota Sydney. Ia lahir dan besar di kota tersebut. Ia tak suka pada orang Indonesia. Masa lalu telah mengajarnya untuk membenci gadis lemah yang hanya bisa menganggukkan kepala dan menurut pada orang lain, atas nama cinta.
Beth dan Rick memiliki latar belakang dan pribadi yang berbeda. Kesamaan di antara mereka hanyalah sama-sama menyimpan rahasia kelam yang membebani langkah mereka saat ini. Kedua manusia yang tak pernah cocok untuk bersama dalam kondisi apa pun. Lalu pada satu persimpangan, jalan mereka bertemu.
Dan garis hidup berkata lain
Perjalan hidup Derick Bhrasongko dimulai dari kota Sydney. Ia lahir dan besar di kota tersebut. Ia tak suka pada orang Indonesia. Masa lalu telah mengajarnya untuk membenci gadis lemah yang hanya bisa menganggukkan kepala dan menurut pada orang lain, atas nama cinta.
Beth dan Rick memiliki latar belakang dan pribadi yang berbeda. Kesamaan di antara mereka hanyalah sama-sama menyimpan rahasia kelam yang membebani langkah mereka saat ini. Kedua manusia yang tak pernah cocok untuk bersama dalam kondisi apa pun. Lalu pada satu persimpangan, jalan mereka bertemu.
Dan garis hidup berkata lain
***
“Tidak ada sloki minuman apa pun, bahkan minuman keras yang membuat seseorang lepas dari masalah. Melupakan sebentar, mungkin ya. Tapi seperti hantu, mereka akan kembali. Masalah itu akan terus mengikuti dan baru akan pergi ketika keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal hadir.” (Hal. 58)
Beth Samodro bertahun – tahun menyimpan cinta untuk Jared. Laki – laki yang selalu ada namun bukan untuknya. Melihat Jared memasang relationship dengan pacar barunya, Gwen, membuat hati Beth patah. Ia yang tidak kunjung mampu menyampaikan isi hatinya pada Jared pada akhirnya tetap saja tidak bisa membenci laki - laki itu meski sudah dibuat patah hati berkali – kali.
Satu hal lagi, Beth bahkan tidak bisa berkata “tidak” pada Jared. Hasilnya, Beth harus terjebak menggantikan Jared bekerja di Fashion Sheet. Tahu alasannya kenapa? Karena Jared terlalu sibuk mendukung Gwen dan timnya untuk sebuah kompetisi.
Kondisi ini membuat Beth berkenalan dengan Rick. Seorang pembenci Indonesia yang juga adalah fotografer di Fashion Sheet. Awalanya Rick membuat pekerjaan yang dijalaninya bak neraka. Namun sebuah moment mengubahnya. Lambat laun mereka menjadi lebih saling memahami dan membuka diri.
Namun, Beth tetap saja sulit berkata “tidak” pada Jared. Bahkan janji untuk membantunya selama sebulan akhirnya diperpanjang menjadi dua bulan karena Jared masih sibuk dengan Gwen. Di saat yang sama, sebuah tragedi di masa lalu terus membayangi Beth. Memaksanya untuk menerima kenyataan.
Bagaimanakan hidup Beth selanjutnya?
Baca selengkapnya »“Pepatah itu benar! Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan memeriksa notifikasi ponsel. Hidup terlalu pendek untuk dilalui dengan berharap, lalu kecewa.” (Hal. 52)

No comments:
Post a Comment