“Semua cinta pertama selalu berakhir. Tidak ada yang menikah dengan cinta pertama mereka. Cinta pertama hanya sebatas itu. Yang pertama. Itu artinya akan ada yang lain setelah itu.” (Hal. 190)
Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Design cover: Chyntia Yanetha
Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan Internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.
Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.
Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.
Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlambat untuk memulai perkenalan.
Lagi pula, apa yang bisa ia katakan.... ?
***
“Uang adalah benda yang kejam. Benda itu menghalangimu dari barang-barang yang kau inginkan dan orang-orang yang kau cintai.” (Hal. 48)
Lincoln menerima pekerjaan yang berbeda dari yang ia bayangkan. Ia menjadi makhluk malam. Bukan..bukan jadi lelaki malam dalam konotasi negatif. Ia menjalankan pekerjaan dengan shift malam sepanjang waktu. Tugasnya? Membangun sistem yang akan mensensor email-email yang mengandung kata tertentu yang telah diprogram. Ia kemudian akan membaca email tersebut kemudian jika terjadi pelanggaran ia harus mengirimkan email peringatan ke orang tersebut karena melanggar aturan yang ditetapkan oleh The Courier, sebuah perusahaan surat kabar.
Dari semua email yang masuk, Lincoln merasa tertarik pada percakapan dua orang sahabat, Beth dan Jennifer. Lincoln tahu, seharusnya ia memberi mereka surat peringatan karena melanggar ketetapan yang melarang karyawan The Courier menggunakan internet kantor untuk keperluan pribadi. Termasuk email pribadi.
Tanpa bisa ia tahan, Lincoln terus membaca email Beth dan Jennifer. Ia kemudian menyadari bahwa ia merasa jatuh hati pada Beth. Jatuh hati pada sesuatu yang berasal dari dalam diri Beth. Jatuh cinta tanpa mengenal fisik Beth. Dan ini membuat Lincoln kebingungan.
Di satu sisi ia tidak bisa melupakan Sam, cinta pertamanya. Sam yang mencampakkannya dan sempat membuat Lincoln kehilangan arah hingga meninggalkan studinya hingga membuat beasiswanya dicabut. Tapi di sisi lain itu pun merasa terpesona pada Beth. Merasa sangat mengenal gadis itu.
Lantas bagaimana jika keduanya bertemu? Apakah ini akan mengubah perasaan Lincoln? Apakah masih ada harapan bagi Lincoln, sedang ia tahu bahwa Beth telah memiliki seorang kekasih. Lelaki yang memilik fisik menarik yang juga gitaris sebuah band.
Baca selengkapnya »

No comments:
Post a Comment